Barelangnews.com – BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menepati komitmennya untuk turun langsung ke lapangan memeriksa kondisi pasokan air bersih di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, pada Jumat (6/11/2025).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah laporan masyarakat yang masih menghadapi gangguan distribusi air, terutama di wilayah dataran tinggi yang sulit teraliri secara optimal.
“Beberapa kali saya menyambangi warga pada malam hari, dan keluhan soal air masih terus terdengar. Karena itu, saya berjanji akan turun langsung melihat apa penyebabnya,” ujar Amsakar saat diwawancarai, Rabu (5/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Amsakar didampingi oleh Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Direktur Fasilitas dan SPAM, Iyus Rusmana, serta tim teknis dari SPAM dan Air Batam Hilir (ABH).
Distribusi Belum Merata, Tekanan Air Diperkuat
Hasil tinjauan lapangan menunjukkan tekanan air ke kawasan dataran tinggi masih belum stabil. Beberapa tandon dan jaringan distribusi belum mampu mendorong air secara maksimal, sementara aliran di wilayah bawah tetap normal.
Untuk mengatasi hal ini, BP Batam segera mengoptimalkan sistem tekanan air tanpa mengganggu suplai ke wilayah lain. Sebagai langkah cepat, booster pump telah dipasang guna memperkuat tekanan ke area dataran tinggi. Proyek ini ditargetkan rampung pertengahan November 2025.
Selain itu, fungsi tangki seribu (ozon) juga akan ditingkatkan agar mampu menopang distribusi air di kawasan Batu Ampar secara lebih merata.
Peningkatan Pelanggan, Sistem Distribusi Disesuaikan
Dalam kesempatan yang sama, Amsakar menerima laporan dari Air Batam Hilir terkait peningkatan jumlah pelanggan yang telah mencapai 80 ribu sambungan baru. Lonjakan tersebut membuat sistem distribusi perlu disesuaikan agar tekanan air tetap seimbang di seluruh wilayah.
“Kondisi saat ini berbeda dengan dulu. Pembagian tekanan air harus diatur ulang agar semua wilayah mendapatkan suplai yang adil. Jika satu titik diprioritaskan, daerah lain seperti Lubuk Baja bisa terdampak,” jelasnya.
Solusi Permanen: Pembangunan IPA Baru pada 2026
Sebagai langkah jangka panjang, BP Batam telah menyiapkan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA)baru yang akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan setelah pelaksanaan dan telah masuk dalam program prioritas BP Batam.
“Persiapan lelang sudah berjalan, dan anggarannya juga sudah tersedia. Dengan adanya IPA baru, kami harap persoalan pasokan air ini bisa terselesaikan secara permanen,” ujar Amsakar.
Proyek tersebut juga akan disinergikan dengan peningkatan kapasitas waduk agar volume air baku di Batam semakin besar. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan layanan air bersih yang lebih stabil dan merata di seluruh wilayah kota.
Optimalisasi Tangki Ozon dan Bukit Senyum
Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah teknis tambahan, termasuk pembangunan pipa baru dari waduk menuju tangki 1000 (ozon) dan tangki Bukit Senyum.
Tangki ozon berkapasitas 2 x 6.000 meter kubik sebenarnya mampu melayani hingga 600 ribu jiwa, namun belum beroperasi penuh karena sebagian pasokan masih dialihkan ke kawasan lain.
“Begitu jaringan pipa tambahan dan sistem pompa selesai, tangki ozon bisa difungsikan secara optimal sehingga suplai air ke Batu Merah dan Tanjung Sengkuang dapat terpenuhi,” tutur Ariastuty.
Komitmen Pemerintah: Air Bersih Merata untuk Warga Batam
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemko Batam bersama BP Batam menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan air bersih yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
“Kami berupaya agar setiap pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya sementara, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang,” pungkas Amsakar.
(Red).











