Barelangnews.com – BATAM — Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra melakukan peninjauan langsung ke TPA Telaga Punggur, Kamis (20/11/2025).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rapat darurat sehari sebelumnya yang membahas percepatan penanganan krisis sampah di Batam yang volumenya terus meningkat.
Langkah turun langsung ke lapangan tersebut kembali mencerminkan gaya kepemimpinan Amsakar–Li Claudia yang responsif dan cepat mengambil keputusan ketika persoalan menyentuh hajat publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi, keduanya menelaah dokumen penataan kawasan TPA serta berdiskusi bersama jajaran OPD Pemko Batam dan BP Batam. Diskusi berfokus pada penanganan kapasitas TPA yang kini semakin tertekan akibat meningkatnya volume sampah.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Batam saat ini menghasilkan 1.185,94 ton sampah per hari, atau sekitar 432 ribu ton per tahun. Lonjakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pola kerja konvensional tidak lagi memadai.
“Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama. Saya ingin Batam bersih dalam waktu dekat. Untuk itu dibutuhkan langkah luar biasa,” tegas Amsakar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengendalian sampah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Upaya ini harus menjadi gerakan bersama. Warga Batam memiliki peran besar untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tambahnya.
TPA Punggur Diaktifkan 24 Jam
Sebagai langkah cepat, Pemko mengaktifkan operasional TPA Punggur selama 24 jam. Pola pengangkutan dibagi dua sesi:
-
Pagi hari: armada non-DLH,
-
Malam 18.00–06.00: pengangkutan sampah dari TPS oleh DLH.
Skema ini dirancang untuk mempercepat aliran sampah dari TPS menuju TPA sehingga tumpukan tidak menumpuk berkepanjangan.
Pemko juga membentuk UPT Kebersihan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di tiap wilayah. Setiap UPT dilengkapi insinerator berkapasitas 30–40 ton per hari dan bertanggung jawab atas tiga kecamatan.
Namun Amsakar mengingatkan, kebijakan hanya akan efektif jika seluruh unsur bergerak serempak.
“OPD, camat, DLH, dan pasukan kebersihan harus segera konsolidasi. Setiap titik harus berjalan efektif,” ucapnya.
Instruksi Gerak Bersama dari Li Claudia
Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mempertegas instruksi tersebut. Menurutnya, hasil rapat tidak boleh berhenti sebagai dokumen tanpa tindak lanjut.
“Kalau kita hanya bicara tanpa turun ke lapangan, masalah tidak selesai. Mulai besok semua harus bergerak,” tegasnya.
Arahan itu langsung diteruskan ke OPD, camat, dan lurah. Sejak pagi, satgas kebersihan menyisir titik-titik rawan penumpukan, dilanjutkan dengan penyisiran malam hari untuk mempercepat penguraian tumpukan yang beberapa hari terakhir sempat meninggi.
Kecamatan juga memetakan lokasi yang sering berubah menjadi TPS liar. Setiap titik yang ditemukan langsung dibersihkan dan dipasangi spanduk larangan pembuangan sebagai langkah pencegahan munculnya tumpukan baru.
Gerakan Terpadu di Seluruh Wilayah
Armada kecamatan kini bergerak paralel dengan armada DLH, mengangkut sampah dari jalan-jalan utama hingga pemukiman. Ritme terpadu ini menandai pendekatan baru yang menempatkan penanganan sampah sebagai tugas kolektif, bukan lagi hanya beban DLH.
Gerak serempak tersebut memperlihatkan komitmen Pemko Batam untuk memastikan kota tetap bersih, sehat, dan tertata, di tengah tantangan peningkatan volume sampah yang semakin besar.
(Red).










