Barelangnews.com – Batam – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menghadiri penyelenggaraan Polri Award in Support of UN HeForShe Movement 2025 yang digelar di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta. Ajang penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pimpinan Polri yang dinilai berkontribusi dalam mendorong kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta kepemimpinan inklusif di lingkungan kerja masing-masing.
Acara turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Keduanya menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat agenda kesetaraan gender sebagai bagian dari reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kehadiran Kapolda Kepri menjadi wujud dukungan Polda Kepulauan Riau terhadap implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG), termasuk penguatan layanan kepolisian yang ramah perempuan dan kelompok rentan. Program ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perlindungan seluruh lapisan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2025, terdapat 2 Kasatker Mabes Polri dan 27 Kasatwil/Kapolda yang berpartisipasi dalam proses nominasi Polri Award HeForShe. Dari jumlah tersebut, 8 kandidat terpilih menjalani visitasi lapangan untuk diverifikasi langsung oleh tim juri independen. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator utama: kepemimpinan dan partisipasi, dampak positif program, serta keberlanjutan inisiatif.
Kapolda Kepri menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat pelayanan kepolisian berperspektif gender. “Kesetaraan dan perlindungan bagi kelompok rentan merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan kepolisian yang semakin dipercaya masyarakat,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.
Melalui penghargaan ini, Polri menegaskan langkah strategisnya dalam mendorong kepemimpinan perempuan di institusi kepolisian, memperkuat layanan perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta mengimplementasikan prinsip security for all—keamanan yang memberikan perlindungan menyeluruh tanpa diskriminasi.
(Red)










