Transmigrasi Modern Dimulai dari Batam: 504 Calon Warga Rempang Jalani Pelatihan Nasional 2025

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barelangnews.com – BATAM — Sebanyak 504 calon transmigran asal Rempang Eco City mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Transmigrasi pada 4–10 Oktober 2025 di kawasan Rempang Eco City, Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Nasional 2025 yang melibatkan 1.394 kepala keluarga (KK) dari peserta transmigrasi lokal dan karya nusantara. Pelatihan serupa juga berlangsung di beberapa daerah seperti Sukamara (Kalimantan Tengah), Pulunggan dan Paser (Kalimantan Timur), Poso (Sulawesi Tengah), serta Sumba Timur (Nusa Tenggara Timur).

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, hadir langsung dalam acara pembukaan Kick Off Pelatihan Calon Transmigran di Batalyon Infanteri 10 Marinir SBY Barelang, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Batam Bangga Jadi Pusat Pelatihan Transmigran

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Transmigrasi kepada Batam sebagai pusat pelatihan calon transmigran nasional.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Transmigrasi yang telah menjadikan Batam sebagai pusat pelatihan. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut menjadi langkah awal penting untuk memastikan para calon transmigran benar-benar siap menghadapi kehidupan baru di daerah tujuan.

“Transmigran kita harus berangkat dengan bekal yang cukup. Dengan pelatihan ini, Insyaallah mereka akan menjadi warga yang mandiri dan maju,” tambahnya.

Transmigrasi Modern: Membangun Kawasan Baru yang Berkelanjutan

Menurut Amsakar, karakteristik transmigrasi di Batam berbeda dari wilayah lain.

“Kalau di daerah lain berpindah dari pulau ke pulau, di Batam ini hanya bergeser dari lingkungan lama ke kawasan baru. Jadi lebih mudah beradaptasi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa transmigrasi masa kini bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan baru yang modern dan berkelanjutan. Pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana lengkap, mulai dari perumahan, sekolah, rumah ibadah, hingga pelabuhan.

“Di lokasi baru nanti akan dibangun SD, SMP, SMA, masjid, dan gereja. Pelabuhan sedang disiapkan, alat tangkap nelayan dan kapal akan dibantu pemerintah, bahkan akan dibangun SPBU agar warga mudah mendapatkan bahan bakar,” ungkapnya.

Selain itu, setiap kepala keluarga akan menerima sertifikat hak milik tanah seluas 500 meter persegi, dan selisih harga rumah telah dikembalikan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Batam, Warga Kian Resah Terjerat Bunga Mencekik

Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat

Amsakar menegaskan, seluruh kebijakan transmigrasi dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

“Pemerintah tidak boleh gagal memberikan nilai tambah bagi rakyat. Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, jangan setengah hati,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pandangan negatif terhadap program transmigrasi.

“Kalau masih ada yang ragu, mari kita beri pemahaman. Program ini membawa kesejahteraan bagi warga,” tegasnya.

Kementerian Transmigrasi: Transmigrasi Berbasis Transformasi Ekonomi

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, menyampaikan bahwa transmigrasi modern kini telah memasuki era transformasi ekonomi.

“Transmigrasi hari ini bukan hanya soal pemindahan penduduk, tapi tentang menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.

Prima menekankan bahwa pelatihan calon transmigran tidak boleh bersifat formalitas, tetapi menjadi langkah nyata membangun sumber daya manusia (SDM) tangguh dan berdaya saing.

Ia juga menjelaskan, transmigrasi modern diarahkan untuk membentuk masyarakat produktif melalui penguatan kemampuan adaptif terhadap teknologi dan pembentukan Badan Usaha Milik Transmigrasi (BUMTrans) agar warga dapat menjadi pelaku sekaligus pemilik usaha.

“Jika industri Rempang Eco City tumbuh bersama program transmigrasi, kita akan memetik dua hasil besar: kesejahteraan dan kemandirian,” tutur Prima optimistis.

Ia menutup sambutannya dengan keyakinan bahwa Batam akan menjadi etalase nasional transmigrasi modern, berkat dukungan kuat dari Pemko Batam, BP Batam, serta sinergi lintas kementerian.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel barelangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang
Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam
Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab
Pembersihan Limbah B3 LCT MGS Terus Berjalan, Tim Ahli Lingkungan Turun ke Batam
Krisis Air Batam: IMM Kepri Tegaskan Deforestasi Ilegal Harus Ditindak, Bukan Sekadar Sholat Minta Hujan
Fun Run for Sumatera dengan Tagline “Berlari Bersama Pulihkan Sumatera” Sukses Terselenggara
MTQH XXXIV Nongsa Dibuka Amsakar–Li Claudia, Semangat Syiar Al-Qur’an Menggema
Berlari Sambil Beramal di Event Fun Run for Sumatra 08 Februari 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:30 WIB

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:49 WIB

Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:10 WIB

Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:44 WIB

Pembersihan Limbah B3 LCT MGS Terus Berjalan, Tim Ahli Lingkungan Turun ke Batam

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:15 WIB

Krisis Air Batam: IMM Kepri Tegaskan Deforestasi Ilegal Harus Ditindak, Bukan Sekadar Sholat Minta Hujan

Berita Terbaru