Barelangnews.com – Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Harmonisasi Kebijakan Pengupahan dalam rangka mewujudkan iklim kerja yang produktif dan kondusif pada tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Golden View Batam, Jumat (21/11/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kadisnaker Provinsi Kepri Dr. H. Diky Wijaya, M.Si., Kepala BPS Provinsi Kepri Dr. Margaretha Ari Anggorowati, perwakilan Apindo, akademisi, serta unsur serikat pekerja dan serikat buruh.
Harmonisasi Pengupahan Jelang Penetapan UMP 2026
Ketua Pelaksana kegiatan, Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol. Agung Budi Leksono, S.I.K., S.H., M.Pd., menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan menyatukan pemahaman seluruh stakeholder mengenai kebijakan pengupahan. Selain itu, forum ini menjadi sarana komunikasi aktif untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang penetapan Upah Minimum Tahun 2026 di Provinsi Kepri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pentingnya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
Dalam sambutannya, Kadisnaker Provinsi Kepri Dr. H. Diky Wijaya, M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi prioritas, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri besar seperti galangan kapal dan sektor manufaktur lainnya. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM lokal akan memperkuat posisi Kepri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Kapolda Kepri: Polri Menjaga Komunikasi dan Kondusivitas
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin dalam arahannya menyampaikan bahwa FGD ini merupakan forum strategis dalam menjaga hubungan industrial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan untuk mengintervensi kebijakan pengupahan, melainkan memastikan proses komunikasi, negosiasi, serta penyampaian pendapat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolda juga menyoroti kondisi geografis Kepulauan Riau yang menyebabkan tingginya mobilitas tenaga kerja dari luar daerah. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kompetensi SDM lokal agar mampu bersaing di pasar kerja.
“Polda Kepri mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, serikat pekerja, dan pelaku usaha yang terus menjaga stabilitas investasi dan iklim usaha di Kepri,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.
Penyerahan Penghargaan dan Foto Bersama
Kegiatan FGD ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Kadisnaker Provinsi Kepri dan Kepala BPS Provinsi Kepri, diikuti sesi foto bersama seluruh peserta.
(Red).










