BNN RI Tangkap Buronan Kelas Kakap PAR di Kamboja, Dalang Penyelundupan 2 Ton Sabu Rp5 Triliun

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barelangnews.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil menangkap buronan kelas kakap jaringan narkotika internasional PAR, yang dikenal dengan berbagai alias: Dewi Astuti, Kak Jinda, dan Dinda, pada Senin, 1 Desember 2025 di Kamboja. Penangkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar BNN dalam memburu pengendali drug trafficking lintas negara.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa PAR diduga kuat merupakan aktor utama penyelundupan 2 ton sabu yang dibongkar BNN pada Mei 2025. Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun, dan keberhasilannya mencegah peredarannya dinilai menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa.

“Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika,” ujar Suyudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Suyudi menjelaskan bahwa di kawasan Golden Triangle—wilayah rawan produksi dan distribusi narkotika internasional—terdapat dua sosok asal Indonesia yang mendominasi jaringan peredaran gelap, yaitu Freddy Pratamadan PAR alias Dewi Astuti.

Baca Juga:  Silaturahmi PC IMM–Bawaslu Batam, Mahasiswa Siap Jadi Mitra Kritis Pengawas Pemilu

Kronologi Penangkapan PAR di Kamboja

Operasi penangkapan PAR dimulai dari informasi intelijen yang diterima BNN pada 17 November 2025. Informasi tersebut menyebutkan keberadaan target di wilayah Phnom Penh, Kamboja.

Menindaklanjuti laporan itu, BNN mengirimkan tim khusus ke Kamboja pada 25 November 2025. Setibanya di sana, tim langsung melakukan koordinasi intensif dengan aparat setempat untuk pemantauan pergerakan target.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat, tim gabungan BNN dan otoritas keamanan Kamboja berhasil membekuk PAR di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Penangkapan berlangsung cepat dan tanpa perlawanan berarti.

Operasi Senyap Berakhir Sukses

Penangkapan PAR menjadi tonggak penting dalam pemberantasan jaringan narkotika internasional yang beroperasi dari kawasan Golden Triangle hingga Asia Tenggara. BNN memastikan proses hukum terhadap PAR akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku serta bekerja sama dengan otoritas Kamboja terkait proses pemulangannya ke Indonesia.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel barelangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang
Kasus Dugaan Korupsi Pasar Cinde Palembang, Terdakwa Titipkan Rp750 Juta untuk Pengembalian Kerugian Negara
Oknum Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Rp1,6 Miliar Proyek Irigasi
Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam
Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab
Milad ke-79, HMI Tanjungpinang-Bintan Tebar Al-Qur’an untuk Siswa SD hingga SMA
Pembersihan Limbah B3 LCT MGS Terus Berjalan, Tim Ahli Lingkungan Turun ke Batam
Krisis Air Batam: IMM Kepri Tegaskan Deforestasi Ilegal Harus Ditindak, Bukan Sekadar Sholat Minta Hujan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:30 WIB

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:27 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pasar Cinde Palembang, Terdakwa Titipkan Rp750 Juta untuk Pengembalian Kerugian Negara

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:31 WIB

Oknum Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Rp1,6 Miliar Proyek Irigasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:49 WIB

Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:10 WIB

Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab

Berita Terbaru