Dari Batam, Solidaritas Diterbangkan ke Sumatera

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barelangnews.com – Batam – Deru mesin jet memecah keheningan langit Batam Center. Selasa pagi, 16 Desember 2025, dua pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara melintas rendah, membelah awan yang menggantung di atas kota.
Suaranya menggema, membuat langkah pejalan kaki terhenti dan kepala menengadah bersamaan. Bagi sebagian orang, itu sekadar pertunjukan udara.
Namun bagi Batam, raungan mesin tersebut adalah pesan: empati sedang diterbangkan.
Manuver itu menjadi pembuka Batam Solidarity Airshow 2025, sebuah agenda kedirgantaraan yang memadukan atraksi udara dengan misi kemanusiaan.
Kegiatan hasil kolaborasi TNI Angkatan Udara dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam ini digelar pada 18–19 Desember 2025 di Lapangan Engku Putri dan kawasan Nuvasa Bay, Nongsa.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Batam ke-196.
Batam—kota industri yang tumbuh dari persimpangan perdagangan global—pagi itu menata panggung kemanusiaannya.
Apa yang tampak sebagai demonstrasi kekuatan udara sejatinya adalah prolog dari sebuah pernyataan sikap.
Selama dua hari pelaksanaan, langit Batam tidak hanya mempertontonkan kemampuan alutsista, tetapi juga sisi paling humanis dari TNI Angkatan Udara.
Ribuan warga menyaksikan atraksi udara yang disuguhkan. Namun, acara ini tidak berhenti pada tontonan.
Setiap manuver, setiap lintasan pesawat, diarahkan untuk mengingatkan publik bahwa di balik kekuatan pertahanan negara, terdapat kepedulian terhadap sesama—khususnya bagi mereka yang tengah berjuang bangkit dari bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Jet tempur kerap diasosiasikan dengan konflik dan ancaman. Di Batam, makna itu sengaja dibalik. TNI AU melalui Lanud Hang Nadim memilih menjadikan kekuatan udara sebagai medium empati.
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa kekuatan udara tidak semata-mata berfungsi menjaga kedaulatan.
“Kekuatan udara TNI AU tidak hanya ditujukan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir ketika bangsa membutuhkan uluran tangan kemanusiaan,” kata Hendro.
Pernyataan tersebut terwujud dalam konsep Batam Solidarity Airshow 2025. Raungan mesin jet bukan dimaksudkan untuk menakutkan, melainkan menyadarkan.
Bahwa di seberang laut, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Batam memilih hadir bukan dengan ratapan, melainkan dengan solidaritas.
Menurut Hendro, airshow ini dirancang untuk membawa pesan persatuan dan kepedulian nasional. Pesawat-pesawat yang mengudara bukan sekadar simbol pertahanan, melainkan juga simbol empati.
“Dari Batam, kami ingin menyampaikan bahwa Sumatera tidak sendiri,” ujar Hendro, Jumat, 19 Desember 2025.
Daya tarik utama airshow ini adalah dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 17 Lanud Roesmin Nurjadin.
Atraksi paramotor serta rencana aksi terjun payung pasukan khas TNI AU melengkapi rangkaian pertunjukan yang menyedot perhatian ribuan warga.
Hendro menyebutkan, Batam Solidarity Airshow 2025 memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menguatkan dukungan moral bagi para korban bencana.
Kedua, menegaskan peran ganda TNI AU sebagai penjaga kedaulatan sekaligus kekuatan kemanusiaan.
Ketiga, memperkuat citra Batam sebagai hub udara strategis yang memiliki kepedulian sosial.
Selama kegiatan berlangsung, penggalangan donasi dibuka untuk masyarakat.
Seluruh bantuan dihimpun melalui satu pintu dan dikelola oleh Dinas Sosial Kota Batam sebelum disalurkan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan.
“Kegiatan ini memang meriah, tetapi hati kita tetap bersama saudara-saudara kita yang sedang kehilangan banyak hal,” kata Hendro.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi langkah cepat TNI AU dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, Batam Solidarity Airshow mencerminkan kuatnya solidaritas dan rasa kebangsaan masyarakat Batam.
“Inilah wujud kebersamaan anak bangsa. Warga Batam ikut merasakan duka saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Amsakar.
Sebagai dukungan konkret, Pemerintah Kota Batam menyiapkan bantuan senilai Rp7,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Batam juga menghimpun tambahan bantuan sebesar Rp1,1 miliar di luar kontribusi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan organisasi kemasyarakatan.
Amsakar menegaskan bahwa seluruh bantuan harus dicatat dan dilaporkan secara terbuka untuk menjamin transparansi serta ketepatan sasaran.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 18 Desember 2025, banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menelan 1.068 korban jiwa.
Sebanyak 190 orang dilaporkan hilang, sementara lebih dari 537 ribu warga terpaksa mengungsi.
Di tengah angka-angka duka tersebut, Batam Solidarity Airshow 2025 menjadi penanda bahwa empati masih dapat diterbangkan.
Dari langit Batam, pesan harapan terus dikirimkan—menembus awan, menuju mereka yang sedang bertahan di tengah bencana.
Baca Juga:  Peringati 52 Tahun, Punguan Raja Sonang Boru–Bere Karimun Bagikan Beras kepada Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel barelangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang
Kasus Dugaan Korupsi Pasar Cinde Palembang, Terdakwa Titipkan Rp750 Juta untuk Pengembalian Kerugian Negara
Oknum Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Rp1,6 Miliar Proyek Irigasi
Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam
Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab
Milad ke-79, HMI Tanjungpinang-Bintan Tebar Al-Qur’an untuk Siswa SD hingga SMA
Pembersihan Limbah B3 LCT MGS Terus Berjalan, Tim Ahli Lingkungan Turun ke Batam
Krisis Air Batam: IMM Kepri Tegaskan Deforestasi Ilegal Harus Ditindak, Bukan Sekadar Sholat Minta Hujan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:30 WIB

Langkah Cepat Hanafi di Batam: 200 KTA Demokrat Dibagikan, Sembako Ramadan Disalurkan di Pulau Abang

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:27 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pasar Cinde Palembang, Terdakwa Titipkan Rp750 Juta untuk Pengembalian Kerugian Negara

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:31 WIB

Oknum Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Rp1,6 Miliar Proyek Irigasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:49 WIB

Resmi Jadi Kader Demokrat, M. Tongam Hanafi Sihite Sambut Langsung AHY dan Iftitah di Batam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:10 WIB

Insiden LCT MGS di Sekupang, Perusahaan Pastikan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab

Berita Terbaru